Posts

Perkantoran

Setelah memutuskan untuk bekerja di kantor, aku terus siap beradaptasi pada keadaan baru. Keadaan yang belum pernah aku temui sebelumnya, completly different . Kehidupan perkantoran sangat bergantung pada nilai yang dijunjung perusahaan, keadaan rekan kerja, hingga lokasi tempat kerja dan jauh berbeda dengan bangku sekolah. Aku juga menemui tipa-tipe orang yang berbeda dari di kampus dan tentunya belum pernah aku temui sebelumnya juga. Ada yang membawa nilai positif, dan ada pula yang membawa nilai negatif.  . Ritme kerja juga berbeda dengan ritme perkuliahan. Kerja yang dituntut akan kesempurnaan dari setiap tindakan yang kita ambil dan juga menuntut tanggung jawa yang besar dari setiap pekerjaan yang telah diselesaikan, terlebih saat ini aku bekerja di bagian terkait dengan perencanaan/teknik.  . Ada satu hal yang aku ingin tekankan pada diriku sendiri, maintaining my Iman. Hidup di perkantoran sangatlah rentan untuk menurunkan iman diri ini, bagiku saat ini. Mulai da...

Employee

2 July 2018 will be such a memorial day for me.  Hari pertama, memutuskan untuk memulai karir dengan bekerja sebagai engineer di PDAM Depok. Lumayan mudah untuk proses transport dari rumah ke kantor. Gaji jauh diatas ekspektasiku saat melamar. Alhamdulillah Ya Allah.  Hidup memang selalu memberi kejutan manis. Teringan mimpi yang dituliskan ketika memutuskan masuk jurusan teknik lingkungan, menjadi ahli bidang pengolahan air bersih, akhirnya seperti diijabah Allah S.W.T.  Aneh memang kalau dipikirkan, dulu sangat berambisi masuk jurusan teknik kimia, akhirnya mencoba ulang tes tertulis PTN dengan tidak memasukkan pilihan tekkim sama sekali. Alasannya karena mimpi yang sudah aku sebutkan diatas, dan setelah aku pelajari dari mbah google, jurusan teknik lingkungan lah yang tepat untuk dipilih saat itu.   Hidup memang penuh kejutan. Sejujurnya aku sempat lupa dengan mimpiku itu, karena tertutupi oleh ambisi untuk menjadi entrepreneur (tentunya lebih besar kemungkinan un...

Lingkaran Hitam Sosial - pasca campus

Akhirnya aku memberanikan diri menulis mengenai masa depan khususnya mengenai karir dan pencapaian di masa mendatang. Pembahasan mengenai karir, selalu dikaitkan dengan uang. Karir menjadi masalah baru untuk alumni kampus yang baru merasakan angin segar setelah beratnya skripsi. Dunia ini penuh dengan tekanan, kalau kita terus memikirkan apa yang orang bilang, tapi terkadang mau tidak mau kita pasti akan mendengar itu semua, disitulah masalah muncul. Aku termasuk orang yang pernah mengalami dan pasti akan terus mengalaminya. Berada dalam kehidupan sosial yang sangat mudahnya untuk mencibir sebagian kehidupan seseorang. Mencibir mungkin tidak harus selalu dilayangkan dari mulut, tapi dari pertanyaan yang diajukan mereka, entahlah aku yakin kalau mereka sesungguhnya mencibir. . Aku pun termasuk juga didalamnya, pernah dan terkadang tanpa sadar aku mencibir. Biasanya, cibiran aku sebagian besar, . " Capek-capek kuliah jurusan X kerjanya malah di Y, kan sayang " . Akupun me...

For myself

Alhamdulillah, memang semua yang terjadi pasti sudah digariskan. welcome to the new jungle afifah, be strong and keep open learning attitude.  Prove to everyone that you can be the next environmental engineering muslimah : )

Bukan Lagi Saatnya Acuh Pada Politik

for me, belajar untuk memahami dan mengurai kekusutan benang merah politik yang tidak pernah tuntas gue selesaikan karena lelah dan malas. Gue bukan salah satu masyarakat Indonesia yang terus mantengin keadaan politik di negara ini. Hanya pada keadaan tertentu, dimana gue yang tertarik akibat beritanya yang viral dan banyak dibahas dirumah khususnya. Setelah itu gue memilih bodo amat dan sibuk dengan urusan dan kesenangan hidup gue. Alasannya, karena gue suka bingung dengan konteks pembahasan politiknya, lebih tepatnya orang-orang yang terseret dalam suatu kasus politik pastilah tidak sedikit. Jika sudah mulai kebingungan, akhirnya gue memilih untuk bodo amat. Hal ini juga didukung oleh temen-temen sekeliling gue yang pernah bahas politik juga, dengan dalih . "politik itu ribet, politik itu lingkaran setan, ngapain urusin politik, mending urusin diri lu sendiri ". Kalimat terakhir itu sebenarnya adalah kalimat gue sendiri, karena gue merasa hidup gue masih cenderung ber...

212 “The Power of Love” Review

Film satu ramai diperbincangkan khususnya di media sosial dan ada beberapa artikel yang mengulas film ini baik dari segi teknik maupun segi pesan dari film itu sendiri. Setelah menonton film ini, saya ingin menyampaikan beberapa kesan dan pesan yang saya dapat dari film ini. . Satu hal yang termasuk penting ingin saya jelaskan disini. Bahwa awalnya film ini hampir tidak jadi digarap akibat keterbatasan dana dan atas izin-Nya masalah tersebut berhasil diselesaikan hingga sampailah film ini di mata penonton. [1] . Film ini berkisah antara perseteruan ayah dengan anaknya bernama Rahmat. Ayah dan ibu Rahmat yang tinggal di Ciamis.   Perseteruan selama kurang lebih 10 tahun ini yang telah dilandasi akan kebencian Rahmat akibat perlakuan ayahnya. Rahmat tidak pernah pulang lagi hingga akhirnya Rahmat kembali pulang mendengar kabar kematian ibunya. Akhirnya dipertemukan kembali dengan ayahnya, namun perseteruan tetap berlanjut . Rahmat seperti telah menjadi oppsisi dari...

One Request

" Abi ga suka, anak perempuan abi pake celana ketat!", kalimat yang dulu suka bikin males aku kalau lagi pergi bareng Abi (re: zaman sebelum kuliah). . . Kala itu, aku dan kakakku tetap saja bandel, masih pake celana jins ketat kami. Sering, Abi melotot dan marah bahkan berceramah, melihat cara berpakaian kami berdua. Kemudian hidayah Allah datang, aku memutuskan melipat rapi semua celana panjang dan menggantinya dengan rok. Setelah itu abi tidak pernah memberikan komentar apapun lagi padaku, karena Abi bukan tipe yang suka memuji anaknya. . Oh iya, Abi bukan seorang Ustadz. Bagiku Abi adalah seseorang yang ahli di bidangnya, namun tetap memegang teguh Agama Islam. Makanya panggilan aku terhadap orang tua itu "Abi dan Umi". Abi terus menambah ilmunya dengan baca buku, mendengar kajian online, baca berita. Hanya saja Abi hanya aktif bekerja sebagai karyawan setiap harinya. Abi hanya berdakwah pada orang-orang sekitarnya saja (keluarga, lingkungan kantor, sekitar...